Eddy Muntina Dharma Raih Doktor BINUS dengan Riset AI
Perolehan gelar doktor merupakan pencapaian akademis yang luar biasa. Namun, bagi Eddy Muntina Dharma, studi S3 juga memberinya pengalaman berharga dalam membentuk pola pikir serta berkontribusi lebih luas melalui ilmu pengetahuan. Hal inilah yang ia dapatkan selama menempuh kuliah S3 BINUS University melalui Program Doctor of Computer Science (DCS).
Program doktor di BINUS University memberi Eddy kesempatan untuk mengembangkan riset artificial intelligence (AI) dalam bidang kesehatan mental. Riset tersebut berhasil mengantarkan Eddy pada gelar doktor di bidang ilmu komputer. Ia menjadi salah satu wisudawan pada momen Wisuda ke-73 BINUS University.
Memulai Studi S3 BINUS di Tengah Pandemi COVID-19
Eddy memulai perjalanan studi S3 DCS BINUS University pada waktu yang penuh tantangan, yakni ketika pandemi COVID-19. Demi alasan kesehatan dan keamanan, seluruh proses perkuliahan pun diadakan secara online. Bagi Eddy, situasi ini menjadi tantangan tersendiri sekaligus membuka peluang baru dalam proses pembelajaran.
“Awalnya, saya mulai gabung [Program DCS] pas COVID, semua serba-online. Meski begitu, saya tetap bisa menambah ilmu, mengembangkan riset, dan memikirkan bagaimana caranya agar saya bisa berkontribusi melalui hasil riset tersebut,” ujar Eddy.
Di tengah keterbatasan situasi saat pandemi, Eddy berhasil membangun kemandirian, kemampuan adaptasi, dan disiplin yang tinggi. Di sisi lain, sistem pembelajaran online juga memberinya ruang untuk lebih fokus pada pendalaman ide riset sejak awal perjalanan studi doktoralnya.
Tingkatkan Pola Pikir dan Pondasi Riset di Program DCS BINUS
Keputusan Eddy untuk menempuh studi di Program DCS Binus University tidak hanya untuk mengejar gelar akademis. Lebih dari itu, sejak awal ia mempunyai tujuan yang lebih mendasar, yaitu membangun pola pikir serta pondasi riset disertasi yang kuat dan sistematis.
Eddy merasa berhasil mencapai tujuan tersebut selama menjalani studi S3 BINUS University. Berbekal struktur riset yang jelas, ditambah dengan proses bimbingan intensif dan dukungan dari dosen-dosen berkualitas, Eddy mengaku jadi lebih terbantu dalam memahami bagaimana riset seharusnya disusun dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Pada saat bersamaan, networking yang kuat dan lingkungan akademis kolaboratif menjadi nilai tambah tersendiri. Keunggulan tersebut menciptakan ruang diskusi dengan sesama mahasiswa doktoral maupun para dosen, sehingga mampu memperluas perspektif dan memperkaya sudut pandang Eddy dalam mengembangkan disertasinya.
Kontribusi melalui Riset AI untuk Kesehatan Mental
Disertasi Eddy fokus pada pemanfaatan AI untuk kesehatan mental. Riset ini berawal dari kepedulian Eddy terhadap isu kesehatan mental yang semakin menjadi perhatian di masyarakat modern. Ia berharap agar hasil disertasinya di S3 BINUS University dapat memberikan dampak positif yang nyata.
“Hasil disertasi saya saat ini masih berbentuk model. Setelah lulus, saya ingin mengembangkan hasil riset tersebut ke dalam bentuk produk,” ungkap Eddy.
Lebih lanjut, Eddy juga berharap agar model yang telah ia kembangkan bisa diimplementasikan menjadi solusi nyata berbasis AI. Dengan begini, produk dari hasil risetnya akan mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan mental.
Proses Panjang dan Pengalaman Tak Terlupakan
Menjalankan studi doktoral bukanlah perjalanan yang mudah. Eddy pun mengakui hal tersebut dengan banyaknya pengalaman yang ia rasakan selama menempuh studi S3 BINUS University melalui Program DCS. Bagi Eddy, proses pengerjaan disertasi menjadi pengalaman yang paling menantang sekaligus berkesan.
Eddy bercerita bahwa ia sering mengalami kebuntuan selama proses riset. Namun, dengan proses bimbingan baik dan dukungan promotor, ia mampu melewati seluruh proses tersebut. Pengalaman ini pun pada akhirnya memberi Eddy pelajaran berharga tentang ketekunan serta ketahanan mental.
“Menurut saya, [kuliah] S3 bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang mampu bertahan melalui proses ini,” tegasnya.
Dengan menempuh studi S3 di Program Doctor of Computer Science BINUS University, Eddy Muntina Dharma tidak hanya meraih gelar doktor. Ia juga berhasil meningkatkan pola pikir, memperdalam riset, dan menciptakan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari ketekunan Eddy dalam mengikuti perkuliahan dan menghadapi berbagai tantangan.
Tak hanya itu, Eddy juga mendapat dukungan luar biasa dari para dosen, promotor, dan lingkungan akademis kampus sehingga mampu menyelesaikan riset AI untuk kesehatan mental. Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak Eddy untuk kuliah S3 BINUS University, sekarang adalah waktu terbaik untuk mewujudkannya. Kunjungi website Program Doctor of Computer Science BINUS University untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!
