A-to-Z Menjaga Relevansi di Era Digital
Pada pagi hari tanggal 18 Februari 2026, Aula 800 Kampus BINUS Anggrek di Kemanggisan, Jakarta Barat, dipenuhi suasana hangat penuh nostalgia. Gelak tawa dan jabat tangan erat mewarnai pertemuan para alumni Magister Teknik Informatika (MTI) kelas PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia).
Acara bertajuk “Alumni Connect” yang diadakan oleh BINUS Graduate Program (BGP) ini bukan sekadar ajang temu kangen biasa. Justru, BGP secara khusus mengumpulkan para alumni PUPR dari berbagai batch untuk memberikan apresiasi sekaligus asupan insight terbaru di tengah pesatnya perkembangan teknologi agar bisa mengelola informasi serta sistem digital.
Menghubungkan Kembali Titik-Titik Perjalanan
Sebagai institusi pendidikan yang progresif, BINUS Graduate Program memahami bahwa hubungan dengan mahasiswa tidak berakhir saat prosesi wisuda selesai. Seiring dengan kepercayaan besar yang telah diberikan oleh institusi pemerintah melalui pendaftaran tiga batch alumni sekaligus, acara ini hadir sebagai bentuk complimentary.
Setelah percakapan singkat dan pertukaran kabar yang hangat, Alumni Connect BGP PU dimulai dengan pemaparan materi dari dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya: Ibu Indah D.P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Tbk., dan Dr. Gerry Firmansyah, S.T., M.Kom., Direktur Eksekutif Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS).
Menjaga Narasi di Tengah Arus Kecerdasan Buatan
Dalam materinya mengenai “Peran Komunikasi di Industri di Era Artificial Intelligence”, Ibu Indah menekankan sebuah poin krusial: infrastruktur fisik mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun, namun infrastruktur kepercayaan publik bisa runtuh hanya dalam hitungan jam.
Bagi setiap orang yang bekerja di PUPR, tantangan komunikasi sering kali sama besarnya dengan tantangan teknis di lapangan. Indah menceritakan bagaimana AI kini menjadi pisau bermata dua.
Di satu sisi, AI membantu tim komunikasi melakukan monitoring isu secara real-time, mendeteksi sentimen negatif sebelum menjadi krisis nasional, hingga mengoptimasi konten edukasi dengan biaya lebih efisien.
Di sisi lain, risiko disinformasi seperti penggunaan deepfake atau penggiringan opini publik tanpa konteks yang tepat menjadi ancaman nyata. Beliau menekankan bahwa meskipun AI mampu mengolah ribuan data dalam sekejap, aspek empati tetap menjadi wilayah eksklusif manusia.
“AI bisa membantu proses menjadi lebih cepat, tapi ia tidak pernah bisa menggantikan sentuhan personal dan empati seorang humas,” tuturnya. Pesan ini sangat relevan bagi insan PUPR dalam menghadapi berbagai sorotan publik terhadap proyek strategis nasional.
Melangkah Menuju Pemerintahan Digital yang Terintegrasi
Diskusi berlanjut semakin mendalam saat Dr. Gerry Firmansyah, S.T., M.Kom., Direktur Eksekutif Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS), naik ke atas panggung. Beliau membawakan narasi tentang “Perjalanan Menuju Pemerintahan Digital”. Bagi para alumni PUPR, materi ini menjadi kepingan puzzle penting dalam memahami posisi kementerian dalam ekosistem pemerintahan modern.
Dr. Gerry menjelaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar tentang pengadaan komputer atau pembuatan aplikasi secara sporadis. Indonesia kini tengah bergerak menuju Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang lebih matang. Beliau menyoroti pentingnya interoperabilitas data, yaitu bagaimana data di PUPR bisa saling terhubung dengan kementerian lain tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Isu keamanan siber dan perlindungan data pribadi juga menjadi sorotan utama. Dr. Gerry mengingatkan bahwa setiap ASN kini perlu memiliki budaya digital yang kuat. Kesadaran untuk melindungi data perencanaan anggaran atau data penduduk merupakan bagian dari kedaulatan digital bangsa. Transformasi ini adalah peluang untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien melalui integrasi teknologi yang cerdas.
Ke depannya, BINUS Graduate Program berharap kegiatan seperti Alumni Connect ini dapat kembali terlaksana secara berkala. Lebih dari sekadar berbagi ilmu, BINUS Graduate Program berharap ajang ini dapat menciptakan peluang kolaborasi yang lebih nyata antara akademisi dan praktisi di lingkungan PUPR.
Melalui jaringan alumni yang kuat, pintu-pintu riset bersama, pengembangan inovasi digital untuk infrastruktur, hingga program pengembangan talenta spesifik bagi staf kementerian, diharapkan dapat terbuka lebar. BINUS Graduate Program berkomitmen untuk terus menjadi mitra yang mendampingi perjalanan transformasi digital bagi seluruh insan PUPR.


