Mempertahankan Bisnis dengan Manajemen Keuangan yang Baik

Di tengah wabah Covid-19 yang melanda dunia selama satu tahun, pelaku usaha masih berupaya agar mampu bertahan dari gangguan ekonomi global yang masih goyah. Ghita Argasasmita selaku penasihat sekaligus pendiri Integrita Financial mengungkapkan bahwa membangun usaha kontinu dan komprehensif memerlukan manajemen keuangan yang baik.

Lalu, disitat dari Financial Express, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola keuangan untuk menguatkan finansial supaya bisa keluar dari krisis dengan risiko minimal.

  • Menyiapkan dana darurat yang memadai

Dana darurat masih dianggap sepele oleh beberapa pihak, padahal keberadaannya sangat membantu saat Anda berhadapan dengan krisis finansial. Maka dari itu, sejak membangun usaha, Anda harus mempertimbangkan dana khusus untuk situasi-situasi tak terduga. Jumlah yang sebaiknya disiapkan paling tidak setara dengan enam bulan anggaran pengeluaran. Dana bisa disimpan dalam tabungan berbunga tinggi atau setoran tetap agar memperoleh apresiasi modal.

  • Terapkan berbagai strategi penganggaran ketat

Alokasi dana untuk komitmen keuangan seperti cicilan, sewa, premi asuransi, serta dana darurat membutuhkan strategi pemotongan biaya yang ketat. Langkah ini diawali dengan memprioritaskan pengeluaran yang sifatnya urgent, lalu kurangi yang tak penting atau kurang membawa benefit bagi usaha. Dalam situasi seperti ini, PSBB secara tak langsung membantu memangkas pengeluaran tertentu, misalnya ongkos transportasi, yang bisa dipindahkan ke tabungan.

  • Prioritaskan asuransi jiwa dan kesehatan

Asuransi jiwa dan kesehatan menjadi dua layanan yang dapat Anda andalkan untuk antisipasi di masa pandemi, terutama kalau Anda menjadi tanggungan keluarga atau usaha. Kini, perusahaan-perusahaan asuransi sudah menyediakan produk asuransi khusus Covid-19 yang dapat diambil untuk meringankan biaya rumah sakit dan lain sebagainya. Anda juga bisa mengambil asuransi untuk dijadikan investasi usaha.

  • Mempertahankan investasi-investasi penting

Berinvestasi membantu Anda memenuhi tujuan hidup serta menjamin masa depan keuangan usaha. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan pengelolaan investasi. Misalnya, saat mengalami krisis uang tunai, cek apa Anda melakukannya tanpa menghentikan investasi penting untuk prioritas.

Jika merasa ada investasi yang tak relevan atau kurang penting, hentikan sementara prosesnya agar krisis yang dialami tak bertambah parah.

  •  Hati-hati saat mengajukan pinjaman

Di tengah kondisi perekonomian yang serba tak pasti, banyak orang yang tak memikirkan matang-matang saat mengajukan pinjaman. Meski prosesnya semakin cepat dan mudah, jenis pinjaman ini kadang disertai bunga tinggi dan risiko lain yang harus ditanggung. Ada baiknya sebelum meminjam Anda kumpulkan dulu dana dari sumber lain seperti dana darurat dan mencairkan investasi yang tak penting. Tunda juga rencana yang dianggap kurang membantu perkembangan bisnis.

Dengan langkah-langkah di atas, Anda diharapkan dapat membangkitkan usaha yang sempat lumpuh selama pandemi seperti sedia kala.

Whatsapp