5 Akreditasi Program Studi Ilmu Komputer yang Wajib Diketahui

Memilih program studi untuk jenjang pendidikan tinggi memerlukan pertimbangan yang matang. Selain menyesuaikannya dengan tujuan karier dan minat pribadi, Anda juga perlu memperhatikan akreditasi program studi tersebut di level nasional serta internasional. 

Alasannya, akreditasi yang bagus akan mempermudah Anda ketika ingin menjalani program pertukaran mahasiswa ke luar negeri, melamar pekerjaan di perusahaan terkenal, mengikuti seleksi bantuan dana dari pemerintah, serta mendapatkan kenaikan pangkat. Hal ini juga berlaku jika Anda ingin mendalami bidang ilmu komputer.

5 Akreditasi Lembaga Resmi untuk Program Studi Ilmu Komputer yang Wajib Dipertimbangkan sebelum Kuliah

Kalau Anda berencana berkuliah jurusan ilmu komputer, termasuk untuk tingkat doktoral, pastikan program studi tujuan Anda memiliki satu akreditasi dari lembaga-lembaga resmi berikut:

1. ABET

ABET (The Accreditation Board for Engineering and Technology) adalah lembaga akreditasi mandiri dan non-profit yang berbasis di Amerika Serikat. Namun, akreditasi program studi dari lembaga ini tidak hanya diberikan kepada jurusan teknik dan ilmu komputer yang ada di AS. 

Justru, program studi dari universitas di negara lain–termasuk Eropa, Asia, dan Afrika–juga bisa mendapatkan akreditasi dari ABET selama memenuhi standar kurikulum, kegiatan belajar mengajar, fasilitas, tingkat penyerapan alumni dalam industri, dan kontribusi penelitian berdasarkan hasil seleksi dokumen serta asesmen lapangan.

2. ASIIN

Berikutnya, ada juga lembaga akreditasi program studi mandiri yang tidak kalah populer dengan ABET di bidang ilmu komputer, yaitu ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik). Sesuai namanya, ini adalah lembaga yang berbasis di Jerman, sehingga standar akreditasi yang digunakan pun mengacu kepada framework pendidikan tinggi di Eropa.

Selain kualitas kurikulum, jumlah penelitian yang berhasil diterbitkan di jurnal internasional dalam database Scopus, kontribusi alumni dalam industri, dan infrastruktur program studi, akreditasi ASIIN juga mempertimbangkan kesetaraan gender. 

Artinya, untuk bisa mendapatkan akreditasi dari ASIIN, sebuah program studi harus memiliki rasio jenis kelamin mahasiswa dan tenaga pengajar yang seimbang. Begitu juga dengan keberagaman ras dan suku para sivitas akademikanya. Standar ini berlaku tidak hanya untuk program studi di Eropa, tapi juga negara lain, termasuk Indonesia.

3. LAM INFOKOM

Tahukah Anda bahwa Indonesia juga memiliki akreditasi program studi ilmu komputer selain dari BAN-PT? Ya, akreditasi ini berasal dari lembaga bernama LAM INFOKOM (Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Studi Informatika dan Komputer). Untuk bisa mendapatkan akreditasi dari LAM INFOKOM yang berlaku secara nasional, sebuah program studi harus mengajukan permohonan beserta sejumlah dokumen administratif untuk menunjukkan kecukupan mereka. 

Kemudian, asesor dari LAM INFOKOM akan mengunjungi lokasi program studi tersebut secara langsung untuk melihat kegiatan belajar mengajar dan melakukan wawancara dengan dosen maupun mahasiswa. Setelah itu, mereka akan menggelar rapat tertutup untuk memutuskan apakah program studi yang mengajukan permohonan layak memperoleh akreditasi LAM INFOKOM atau tidak berdasarkan sejumlah standar kualitas yang mereka tetapkan.

4. IABEE

Selain LAM INFOKOM, ada lagi lembaga akreditasi mandiri di Indonesia, yaitu IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) atau juga dikenal dengan nama PII (Persatuan Insinyur Indonesia). 

Meski demikian, lembaga ini juga memberikan akreditasi untuk program studi lainnya yang masih berkaitan dengan bidang STEM. Khusus untuk akreditasi program studi ilmu komputer, IABEE akan menerbitkan bukti akreditasi melalui lembaga APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) yang berada di bawah naungannya. 

Sama seperti standar ketiga lembaga sebelumnya, IABEE juga mempertimbangkan kurikulum sebuah program studi, capaian para mahasiswa dan alumninya berdasarkan laporan self-review, serta kegiatan belajar mengajarnya melalui observasi langsung.

5. Australian Computer Society

Terakhir, ada lembaga internasional untuk akreditasi program studi ilmu komputer yang juga memiliki prestige tersendiri, yaitu Australian Computer Society (ACS). ACS sendiri merupakan badan akreditasi resmi untuk perguruan tinggi di Australia, tapi universitas yang berada di luar negeri juga bisa memperoleh akreditasi dari ACS. 

Dengan memiliki akreditasi dari lembaga ini, sebuah program studi bisa mendapatkan pengakuan dari 47.000 anggota ACS yang mencakup berbagai figur penting dalam industri teknologi di seluruh dunia. Sehingga, selain mutu pendidikan yang terjamin, kesempatan berjejaring para mahasiswa dan lulusannya juga lebih luas.

 

Dari manfaat kelima akreditasi program studi di atas, kini Anda sudah mengetahui bahwa akreditasi yang baik akan menjamin kesuksesan Anda di bidang teknologi. Karena itu, pastikan Anda memilih program studi yang terakreditasi oleh salah satu dari lembaga tersebut, contohnya Doctor of Computer Science BINUS Graduate Program

Program ilmu komputer di jenjang doktoral dari BINUS Graduate Program sudah memiliki akreditasi dari LAM INFOKOM dan ASIIN, sehingga Anda bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan Anda tidak perlu ragu-ragu untuk mendaftar! ***

Whatsapp