Cumlaude BINUS University, Shynthia Dewi Buktikan Komitmen ASN

Wisuda ke-73 BINUS University menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang berhasil menyelesaikan perjalanan akademisnya dengan penuh dedikasi. Salah satu sosok yang layak mendapat sorotan adalah Shynthia Rafiana Dewi, wisudawan Program Magister Teknik Industri BINUS University yang lulus cum laude dengan IPK 3,96.

Ia berhasil mewujudkan hal tersebut di tengah kesibukannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu lembaga kementerian Republik Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya menonjolkan prestasi akademis Synthia, tapi juga ketekunannya dalam mengatur peran ganda sebagai aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mahasiswa pascasarjana. 

Aktif sebagai ASN, Tetap Prioritaskan Pendidikan

Sebagai PNS, Synthia dituntut untuk mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional dan tepat waktu. Di samping itu, ia juga harus siap menghadapi berbagai agenda kedinasan. Meski begitu, di tengah padatnya kesibukan tersebut, Synthia tetap berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.

Bagi Synthia, pendidikan S2 merupakan investasi penting untuk mengembangkan kompetensi diri, terutama di lingkungan instansi pemerintah yang membutuhkan kualitas sumber daya manusia adaptif dan berdaya saing tinggi.

Tingkatkan Ilmu sekaligus Karier di Program Magister BINUS University

Synthia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Magister Industrial Engineering, BINUS Graduate Program. Ia menilai bahwa BINUS University mampu memberikan kesempatan baginya untuk menimba ilmu secara aplikatif sekaligus relevan dengan kebutuhan industri kerja. 

Lalu, melalui program Magister Industrial Engineering, Synthia berhasil mengembangkan kompetensi diri dari segi kemampuan analitis, pemahaman sistem, hingga manajerial. Sebab, BINUS Graduate Program tidak hanya fokus pada pemberian teori, tapi juga penerapan nyata yang sesuai dengan berbagai tantangan di dunia kerja, termasuk di sektor pemerintahan.

“Kesempatan untuk menimba ilmu dan mencapai peningkatan karir, khususnya di instansi pemerintah, menjadi motivasi utama saya untuk melanjutkan studi di Teknik Industri BINUS,” ujar Shynthia.

Tantangan Mengatur Waktu antara Studi dan Pekerjaan

Menjalankan peran sebagai mahasiswa pascasarjana sekaligus PNS tentu bukan hal yang mudah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Synthia adalah mengatur waktu antara tuntutan akademis dan kewajiban pekerjaan. Tugas kuliah, penyusunan tesis, hingga padatnya jadwal kerja menuntut Synthia untuk membangun disiplin yang tinggi. Namun, tantangan tersebut justru membentuk karakternya menjadi lebih tangguh.

Ketangguhan itu juga yang membantu Synthia dalam menghadapi tantangan lain selama perjalanan kuliah S2. Ia pernah harus menjalani perjalanan dinas ke daerah dengan akses sinyal terbatas. Padahal, saat itu ia masih harus mengikuti sesi perkuliahan secara online, yang membutuhkan koneksi internet stabil.

“Menjalani kuliah online di tengah keterbatasan sinyal saat perjalanan dinas adalah pengalaman yang menantang, tapi sekaligus sangat berkesan,” kenang Synthia.

Pada akhirnya, komitmen dan konsistensi pun menjadi kunci utama Synthia dalam menjalankan kedua peran tersebut secara seimbang. Berbekal perencanaan yang baik dan kemauan tinggi untuk belajar, ia mampu menjalani peran sebagai PNS dan mahasiswa S2 Teknik Industri BINUS University. Tidak mengejutkan jika Synthia berhasil lulus tepat waktu dengan predikat cum laude.

Dukungan Luar Biasa dari Dosen BINUS

Di samping komitmen dan konsistensi, keberhasilan Synthia dalam menyelesaikan studi juga tidak terlepas dari dukungan para dosen S2 Teknik Industri di BINUS University. Ia memperoleh pendampingan secara menyeluruh sejak semester awal hingga tahap akhir perkuliahan. 

Synthia bercerita, “Dukungan dari BINUS University sangat luar biasa, terutama dari para dosen, baik dosen pengampu mata kuliah maupun dosen pembimbing. Mereka selalu membantu kelancaran studi saya.”

Pendekatan dosen yang komunikatif, solutif, dan suportif membuat proses perkuliahan terasa lebih terarah. Bagi Synthia, faktor tersebut turut memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian akademisnya hingga berhasil lulus dengan IPK 3,96.

 

Perjalanan studi Shynthia Rafiana Dewi merupakan bukti nyata bahwa kesibukan kerja dan keterbatasan waktu bukanlah halangan untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan komitmen dan konsistensi tinggi, sistem pembelajaran yang fleksibel, dan dukungan lingkungan akademis yang tepat, studi pascasarjana tetap bisa berjalan secara optimal.

Melalui kuliah S2 Teknik Industri BINUS Graduate Program, Shynthia berhasil mengembangkan kompetensi diri sehingga turut membuka peluang peningkatan karier. Kini, giliran Anda mengambil langkah nyata untuk menghadapi masa depan yang lebih kompetitif bersama BINUS University. Klik di sini untuk mengetahui berbagai program studi lanjutan yang bisa Anda tempuh bersama BINUS Graduate Program! 

Whatsapp