BINUS University Dorong Integrasi Kurikulum Berbasis Industri melalui Workshop Magister Ilmu Komunikasi

Jakarta, 21 April 2026 – BINUS University melalui Program Studi Magister Ilmu Komunikasi sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Integrasi Kurikulum & Penjaminan Mutu Menuju Akreditasi Unggul” di Kampus Anggrek, Jakarta pada 14 April 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BINUS University dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jabodetabek.

Workshop diadakan sebagai forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi komunikasi dengan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat kesiapan program studi menuju akreditasi unggul. Hal ini disahkan melalui penandatanganan dua kerja sama antara BINUS University dan ASPIKOM Korwil Jabodetabek, serta ASPIKOM Korwil Jabodetabek dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).

Acara dihadiri oleh praktisi industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai perguruan tinggi. Salah satu perwakilan BINUS University, Dr. Muhamad Aras, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya pembaruan kurikulum di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Selain mengikuti regulasi pemerintah, kurikulum di perguruan tinggi juga harus mampu menjawab kebutuhan nyata dunia kerja.

Lebih lanjut, Dr. Aras juga menyampaikan bahwa workshop ini merupakan momentum penting untuk memastikan lulusan Ilmu Komunikasi menguasai kompetensi yang relevan dengan industri. 

“Kurikulum (Ilmu) Komunikasi harus update sesuai dengan  kebutuhan hari ini. Kalau saat ini industri serba-AI, maka kurikulum (Ilmu) Komunikasi tidak bisa ketinggalan. Kurikulum harus adaptif sehingga alumninya juga adaptif mengikuti perkembangan zaman,” terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Bhernadetta Pravita Wahyuningtyas, S.Sos., M.Si., selaku dosen spesialis Program Magister Ilmu Komunikasi BINUS University sekaligus salah satu moderator acara, menyoroti pentingnya pendekatan berbasis output dalam penyusunan kurikulum. 

Menurutnya, perguruan tinggi perlu memahami kebutuhan industri secara mendalam, mulai dari kemampuan storytelling, komunikasi interpersonal, komunikasi antarbudaya, sampai kompetensi public relations dan branding. Hal ini dapat membantu lulusan Ilmu Komunikasi dalam memenuhi syarat akademis sekaligus mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi nyata antara kampus dan industri bisa dimulai dari program magang yang berkelanjutan. “Ketika mahasiswa internship, akan ada kolaborasi yang jauh lebih dalam, panjang, dan sustain karena lebih terbuka. Kebutuhan dan feedback dari industri dapat dimasukkan ke dalam evaluasi kurikulum dan pembelajaran. Jadi, calon peserta magang selanjutnya bisa mendapat bekal yang benar-benar sesuai kebutuhan industri.”

Workshop terbagi menjadi dua sesi utama, yakni sesi pengembangan kurikulum berbasis insight industri dan sesi strategi akreditasi. Para peserta memperoleh pemahaman komprehensif tentang penyusunan kurikulum yang sejalan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta strategi peningkatan mutu akademis demi mencapai standar akreditasi unggul melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).

Melalui kegiatan ini, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing global. Kolaborasi antara akademisi, asosiasi profesi, dan industri diharapkan bisa terus berlanjut demi mencetak lulusan Ilmu Komunikasi yang kompeten secara akademis sekaligus siap menghadapi tantangan dunia profesional.

Whatsapp