Mengenal Storytelling Marketing dan Perannya dalam Bisnis

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak terlepas dari bersosialisasi dan berinteraksi. Proses interaksi ini dapat terganggu apabila pembicara menyampaikan pesan dengan kurang baik, seperti bertele-tele maupun tidak lengkap.

Salah satu metode penyampaian yang baik agar lawan bicara atau audiens mudah mengerti adalah dengan melakukan teknik storytelling. Storytelling adalah salah satu teknik dalam berbicara yang digunakan untuk memancing perasaan lawan bicara, baik rasa penasaran, sedih, gemas, takut, kesal, dan marah.

Perasaan yang dibawa oleh lawan bicara atau audiens akan membuat isi pembicaraan tersebut  lebih kuat untuk diingat. Oleh karena itu, teknik ini sangat berguna bagi Anda yang ingin meningkatkan brand awareness terhadap bisnis yang Anda miliki. Lalu, apakah storytelling begitu penting dalam bisnis?

 

Apa Itu Storytelling Marketing?

Sama halnya dengan storytelling dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk mempermudah lawan bicara mengerti tentang apa yang dibicarakan serta lebih mudah untuk diingat, storytelling marketing bertujuan untuk memikat pelanggan atau customer agar tertarik dengan produk atau layanan yang disediakan oleh perusahaan Anda.

Peran ini di dalam perusahaan biasanya diisi oleh seorang copywriter yang bertugas untuk menghasilkan tulisan agar mudah dicerna serta mudah diingat oleh audiens.  Seorang copywriter harus menuliskan fakta yang dibumbui dengan cerita menarik dan ringan supaya pembaca atau pendengarnya tidak bosan.

 

Mengapa Storytelling Penting bagi Bisnis

Jika seorang storyteller bisa memiliki peran di perusahaan, seberapa penting posisi tersebut dan apa manfaatnya untuk perusahaan? Berikut adalah penjelasannya.

  • Menjadi penghubung audiens

Sebagai ujung tombak perusahaan, teknik storytelling memiliki peranan penting untuk menghubungkan audiens atau customer dengan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap produk dari perusahaan tersebut. Lebih dari itu, storytelling juga bisa menjelaskan alasan untuk apa produk tersebut dibeli oleh audiens.

Misalnya, Anda ingin mempromosikan produk kasur, maka Anda bisa meramunya dengan cerita seorang bapak atau ibu yang sudah renta tidur di kasur yang rusak dan terasa tidak nyaman. Kemudian, sang anak membelikannya kasur baru agar orang tuanya dapat tidur dengan nyenyak dan nyaman di hari tuanya.

Storytelling tersebut tidak hanya mempromosikan produk kasur tidur, melainkan juga membuat penonton merasakan empati dan menggerakkan hatinya agar ikut membelikan kasur yang nyaman untuk kedua orang tuanya.

  • Metode belajar yang baik

Inti dalam pembelajaran adalah penyampaian. Penyampaian yang baik akan lebih mudah diterima dan diingat. Oleh karena itu, teknik storytelling memudahkan siapa pun untuk belajar. Tidak hanya di lingkungan akademik, penggunaan storytelling bisa dipakai dan diterapkan ke mana pun, hingga ke lingkungan kerja.

5 Contoh Storytelling dari Brand

Apakah storytelling benar-benar bermanfaat dalam dunia marketing? Apakah ada perusahaan besar yang mempraktikkan teknik tersebut untuk membantu memasarkan produknya? Berikut ini adalah contoh storytelling yang sukses digunakan oleh brand-brand terkenal.

  • Disney

Disneyland Paris – The little duck

Iklan tersebut mempromosikan Disneyland Paris yang digambarkan dengan antropomorfisme, yaitu penyerupaan karakter manusia pada hewan. Awalnya, seekor bebek bersedih akibat tak dapat membawa komik Donal Bebek yang ditemukannya. Tak berselang lama kemudian, ia dan sekelompok bebek lainnya terjatuh akibat sambaran petir. Raut wajah gembira tergambarkan setelah ia bertemu Donal Bebek sungguhan dengan latar belakang Disneyland.

  • Coca-cola

Coke AR HD

Coca-cola memang tidak pernah gagal dalam membuat storytelling marketing yang dapat memikat pelanggannya. Kali ini, mereka mengimplementasikan teknologi AR sebagai medium baru dalam mempromosikan produknya. Menariknya, ketika pelanggan mengarahkan kamera ke kaleng Coca-cola, akan muncul karakter 3D dengan skenario yang telah dibuat seperti memainkan drum, bola, hingga swafoto bersama.

Dilansir dari Askattest.com, Fellow Creative Director, Kevin Lau, menerangkan bahwa ide ini digunakan agar customer memiliki pengalaman yang menyenangkan. Ini adalah kesempatan sempurna untuk mengeksplorasi medium baru untuk menguji kemampuan storytelling untuk mengembangkan pasarnya.

  • Apple

Detour – A film by Michel Gondry

Kurang rasanya bila berbicara storytelling tanpa membahas ide kreatif dari Apple yang selalu melakukan storytelling dengan cara yang unik. Dalam video ini, Apple bekerja sama dengan sutradara pemenang Oscar, yaitu Michel Gondry untuk membuat film pendek yang sangat menarik dan cerita yang ringan untuk ditonton.

Uniknya, tidak ada produk Apple yang ditampilkan pada video tersebut. Namun, seluruh pengambilan gambar dilakukan menggunakan iPhone 7 Plus. Seluruh animasi, pengambilan video di dalam air, time-lapse, dan slow-motion diambil hanya dengan memanfaatkan fitur yang tersedia di iPhone 7 Plus.

  • Fairmont

Suite 1742: a virtual bed-in experience (360 TRAILER)

Sama dengan Coca-cola, Fairmont Queen Elizabeth Hotel menggunakan teknologi augmented reality yang dipadukan dengan virtual reality. Pengunjung hotel akan merasakan pengalaman ketika John Lennon bersama Yoko Ono melakukan protes terhadap perang Vietnam tahun 1969. Pengunjung seperti dibawa kembali ke masa lalu untuk merasakan suasana kala itu. Video tersebut adalah gambaran singkat yang akan customer rasakan jika menginap di kamar Suite 1742.

  • Square

Sister Hearts

Square merupakan perusahaan pemroses kartu kredit. Perusahaan ini menampilkan storytelling berupa 12 film pendek yang telah diproduksi. Film tersebut bercerita bagaimana orang-orang Amerika mengangkat kondisi mereka dalam keadaan yang sulit. Uniknya, film tersebut diangkat dari kisah nyata customer-nya.

 

Itulah peran-peran storytelling marketing di dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk memicu perasaan audiens sehingga penyampaiannya menjadi lebih efektif. Apabila Anda tertarik untuk mempelajari teknik storytelling marketing secara lebih mendalam, bergabunglah ke BINUS GRADUATE PROGRAM yang menyediakan program studi Magister Ilmu Komunikasi untuk menunjang kemampuan Anda dalam melakukan storytelling marketing sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Informasi selengkapnya bisa Anda klik di sini!