Naik Level dari Profesional ke Expert: Zilvia Iskandar Dorong Perubahan di Seminar
Sudah bertahun-tahun bekerja, pengalaman tentu terus bertambah dengan tanggung jawab yang semakin besar. Namun, apakah semua itu cukup untuk membuat seseorang disebut sebagai expert? Batas antara yang benar-benar ahli dan sekadar berpengalaman pun jadi mengabur, apalagi di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh opini seperti sekarang.
Berangkat dari keresahan tersebut, BINUS Graduate Program menghadirkan Expert Talk Series. Ruang belajar berbentuk seminar interaktif ini dirancang khusus bagi para profesional muda yang ingin menjadi ahli di bidangnya. Dalam edisi terbarunya yang digelar pada 18 April 2026, Expert Talk Series mendatangkan Zilvia Iskandar sebagai narasumber
Kembali ke Bangku Kuliah Setelah 14 Tahun di Studio TV
Zilvia Iskandar adalah seorang news anchor yang sudah bekerja selama 14 tahun di MetroTV. Jam terbangnya di dunia jurnalistik sudah bisa dikatakan tinggi. Namun, Zilvia merasa ilmu dan pengalaman yang dimiliki saat ini mungkin sudah tidak lagi relevan.
Kesadaran tersebut membawa Zilvia kembali ke bangku kuliah. Kini, ia sedang menjalani masa studi sebagai mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi di BINUS Graduate Program. Bagi Zilvia, keputusan ini menjadi upayanya untuk memperdalam pemahaman dan keahliannya dalam bidang komunikasi.
“Dengan memahami teori dan konsep di bangku kuliah, lalu memadukannya dengan pengalaman sebagai praktisi, menurut saya itu akan menjadi fondasi yang kuat. Harapannya, saya dapat menjadi seorang spesialis yang lebih expert di bidang ini,” ujarnya saat menjadi narasumber di Expert Talk Series bertajuk ‘Professional to Expert: Peran S2 dalam Membangun Keahlian Spesialis’.
Jadi Expert: Hasil Proses Belajar dan Pembuktian
Dalam acara yang diadakan di BINUS University @Kemanggisan ini, Zilvia menekankan satu hal penting, bahwa menjadi expert bukan soal label semata. Seseorang naik level menjadi expert setelah melalui proses panjang, mulai dari belajar, pembuktian, hingga akhirnya mendapatkan pengakuan dari lingkungan maupun institusi.
Terlebih di tengah maraknya opini tanpa dasar kuat seperti sekarang, batas antara seorang pengamat dan expert jadi semakin tipis. Di sinilah intention dan kapabilitas menjadi pembeda utama. Menurut Zilvia, keduanya dapat diasah melalui pendidikan magister, seperti yang sedang dijalaninya di BINUS Graduate Program.
Di samping gelar tambahan, baginya, kuliah S2 memberikan ruang yang luas untuk memperdalam perspektif, mengasah cara berpikir, serta membangun fondasi keilmuan yang lebih kokoh. Hal tersebut tidak selalu bisa diperoleh dari pengalaman kerja saja.
Pengalaman Saja Tidak Selalu Cukup
Sesi diskusi di Expert Talk Series pun mengarah pada satu pertanyaan yang mungkin dirasakan oleh banyak profesional muda, “Apakah ini artinya pengalaman tidak lagi penting?”
Zilvia menjawabnya dengan menekankan bahwa pengalaman tetap penting dalam dunia kerja profesional, tapi harus dibarengi dengan landasan teoritis yang kuat. Kombinasi keduanya adalah kunci utama. Tanpa teori, pengalaman seseorang bisa kehilangan relevansi seiring waktu. Sebaliknya, teori tanpa praktik juga tidak akan berdampak optimal.
Pendidikan magister dapat menjadi jembatan strategis untuk menghubungkan pengalaman profesional dengan pemahaman yang lebih mendalam. Zilvia merasakan betul hal tersebut sejak mulai melanjutkan studi di Magister Ilmu Komunikasi – BINUS Graduate Program.
Bisa Dimulai dengan Pilih Jurusan Kuliah yang Tepat
Agar pemahaman teori dan pengalaman profesional bisa saling melengkapi, Zilvia menyarankan untuk melanjutkan kuliah di jurusan yang tepat, “Sebelum pilih jurusan, pikirkan dulu sekarang kita bekerja di bidang apa atau punya usaha apa. Lalu, ke depannya apakah kita masih ingin berada di bidang yang sama?”
Menurutnya, penting untuk memilih jurusan kuliah yang relevan dengan situasi saat ini dan mendukung rencana karier di masa depan. Tak kalah penting, jurusan tersebut juga sebaiknya dapat memperdalam ilmu yang sudah dimiliki. Jadi, walaupun mungkin saat ini kita masih menjadi seorang generalist dengan banyak ilmu, kuliah S2 dapat memperdalam pemahaman terhadap 1–2 ilmu secara spesifik.
“Ke depan, kita tidak bisa hanya menguasai semuanya. Sebaiknya, kita bisa fokus ke satu atau dua hal untuk benar-benar didalami. Dari sini, kita bisa mendapatkan validasi dan justifikasi bahwa kita merupakan expert di bidang tertentu,” jelas Zilvia.
Pada akhirnya, seorang expert bukanlah siapa yang paling percaya diri menyampaikan opini atau paling banyak berbicara. Untuk naik ke level tersebut, seseorang harus memiliki pemahaman mendalam tentang suatu bidang melalui proses panjang dan teruji. Hal ini juga perlu dibarengi dengan pengalaman nyata di dunia profesional agar terbentuk fondasi kuat.
Urgensi tersebut mendorong Zilvia Iskandar untuk melanjutkan kuliah di Magister Ilmu Komunikasi – BINUS Graduate Program. Ia membagikan ceritanya sebagai narasumber pada sesi Expert Talk Series, yang juga menjadi wujud komitmen BINUS Graduate Program dalam mendukung para profesional muda untuk membangun keahlian yang relevan dengan kebutuhan zaman.
